PAKAN

Konsentrat Limah Pertanian

Entri Populer

Pakan

"HIJAUAN DAN LIMBAH  PERTANIAN
UNTUK PAKAN KAMBING"
Pengalaman Pemberdayaan Peternak Kambing
Kampoeng Ternak_Dompet Dhuafa 
Di Propinsi Lampung


Demi ketersediaan hijauan makan ternak yang tetap sepanjang tahun, maka diperlukan budidaya hijauan makanan ternak (HMT), baik dengan usaha perbaikan manajemen tanaman keras atau penggalakan cara pengelolaan penanaman rumput unggul. Dengan cara demikian kekurangan akan hijauan pakan dapat diatasi, sehingga nantinya dapat mendukung pengembangan usaha ternak kambing yang akan dilakukan.
Pada daerah yang keadaan tanahnya selalu dilanda kekeringan, dimana air susah diperoleh, tanaman keras (Jawa: ramban) seperti pohon nangka, pohon mahoni, pohon ketela karet, pohon kaliandra, pohon turi, pohon alpukat, dan pohon dadap, sedangkan limbah yang dapat dimanfaatkan seperti kulit kakao, bekatul, kulit kopi, ampas tahu, onggok singkong, pisang afkir adalah solusinya. Waktu yang tepat untuk memulai menanam adalah pada awal musim penghujan atau akhir musim kemarau. Pada awal musim hujan, tanaman baru yang akan ditanam akan lebih mudah untuk hidup, karena tanaman baru secara otomatis akan mudah mendapatkan air.
Semoga informasi jenis Hijauan Makanan Ternak yang di tanam di kelomok binaan pada Pemberdayaan Peternak di Lampung ini dapat bermanfaat.

“Jenis-Jenis Hijauan Makanan Ternak (HMT)”

1. Rumput Gajah (Pennisetum purpureum)
Tingginya bisa mencapai 5 m, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan dapat berbunga seperti es lilin. Kandungan rumput gajah terdiri atas; 19,9% bahan kering (BK), 10,2% protein kasar (PK), 1,6% lemak, 34,2% serat kasar, 11,7% abu, dan 42,3% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Rumput gajah mempunyai beberapa varietas, antara lain varietas afrika dan varietas hawai. (1). varietas afrika, ditandai de ngan batang dan daun yang kecil, tumbuh tegak, berbunga dan produksi lebih rendah jika dibandingkan dengan rumput varietas hawai. (2). varietas hawai, ditandai dengan batang dan daun yang lebar, pertumbuhan rumpun sedikit menyebar, produksi cukup tinggi, dan berbunga. Panen pertama pada rumput gajah dapat di lakukan pada umur 90 hari setelah tanam. Panen selanjutnya setiap 40 hari sekali pada musim hujan dan 60 hari sekali pada musim kemarau. Tinggi potongan dari permukaan tanah antara 10-15 cm. Produksi hijauan rumput gajah antara 100-200 ton rumput segar/hektar/tahun. Alangkah lebih baik kalau sehabis pemanenan rumput gajah diberi pupuk, pupuk dapat berupa pupuk kimia (urea, npk, tsp/kcl) ataupun pupuk alami (kotoran ternak). Sehingga pertumbuhan rumput itu akan semakin bagus dikemudian hari.

2. Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott)
Kami menyebutnya gajah kerdil, terjemahan bebas dari nama bulenya, Dwarf Elephant Grass. Meski batangnya pendek, namun produktivitas daun tidak kalah dengan rumput gajah biasa. Namun kami belum sempat menghitung berapa produktivitas rumpun. Selain pendek, Mott juga memiliki batang yang pipih, tidak silinder penuh seperti biasanya rumput gajah.

3. Rumput Raja (King grass)
Rumput raja mempunyai karakteristik tumbuh tegak berumpun-rumpun, ketinggian dapat mencapai kurang lebih 4 m, batang tebal dan keras, daun lebar agak tegak, dan ada bulu agak panjang pada daun helaian dekat liguna. Permukaan daun luas dan tidak berbunga kecuali jika di tanam di daerah yang dingin. Rumput raja dapat di tanam di daeah yang subur di dataran rendah sampai dataran tinggi, dengan curah hujan tahunan lebih dari 1.000 mm. Produksi hijauan rumput raja dua kali lipat dari produksi rumput gajah, yaitu dapat mencapai 40 ton rumput segar/hektar sekali panen atau setara 200-250 ton rumput segar/hektar/tahun. Mutu hijauan rumput raja lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput gajah Hawai ataupun rumput Afrika.

4. Rumput Setaria (Setaria splendid)
Rumput setaria sering juga disebut sebagai rumput setaria lampung. Rumput setaria tumbuh tegak, berumpun lebat, tinggi dapat mencapai 2 m, berdaun halus dan lebar berwarna hijau gelap, berbatang lunak dengan warna merah keungu-unguan, pangkal batang pipih, dan pelepah daun pada pangkal batang tersusun seperti kipas. Rumput setaria sangat cocok di tanam di tanah yang mempunyai ketinggian 1200 m dpl, dengan curah hujan tahunan 750 mm a tau lebih, dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, dan tahan terhadap genangan air. Pembiakan dapat di lakukan dengan memisahkan rumpun dan menanamnya dengan jarak 60 x 60 cm. Pemupukan di lakukan pada tanaman berumur kurang lebih dua minggu, dengan pupuk urea 100 kg/hektar lahan, dan sebulan sekali di tambah dengan 100 kg urea/hektar.
Setaria dapat dibiakkan dengan merecah akarnya. Di daerah yang agak tinggi (1000an mdpl) rumput ini jarang sekali kami lihat berbunga, namun di kebun kami di pakidulan (±100 mdpl), setaria mudah berbunga. Pun demikian kami belum berhasil membiakkan Setaria melalui biji.

5. Rumput Meksiko
Merupakan rumput potong,
Berumpun
Batang pipih
Daun lebar dan halus
Menyerupai daun jagung




6. Kaliandra (Calliandra calothrysus)
Tinggi tanaman (pohon) kaliandra dapat mencapai 8 m. tanaman kaliandra dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m dpl, toleran terhadap tanah yang kurang subur, dapat tumbuh cepat dan berbintil akar sehingga mampu menahan erosi tanah dan air. Manfaat kaliandra pada makana ternak adalah sebagai bank protein.
Penanaman kaliandra pada tanah-tanah yang kurang produktif dapat menekan pertumbuhan gulma. Selain itu tanaman ini dapat digunakan sebagai tanaman penahan erosi dan penyubur tanah. Daun kaliandra mudah dikeringkan dan dapat dibuat sebagai tepung makanan ternak kambing.
Kaliandra mengandung protein kasar 22,4%, lemak 4,1%, energi kasar 46,30 kkal/kg, SDN 24,0%, lignin 1995,0%, Ca 1,6% dan P 0,2%. Ada baiknya sewaktu pemberian makanan kepada ternak di berikan secara campur. Hal ini bertujuan agar kandungan yang berada di dalam masing-masing tanaman dapat saling melengkapi, sehingga kambing akan merasa tercukupi kandungan gizi maupun proteinnya. Selain itu juga akan meminimalkan kambing merasa bosan makan apabila di sajikan dalam satu jenis tanaman saja secara berulang-ulang. Kambing akan memilih daun yang dia paling sukai terlebih dahulu, setelah daunan yang disukainya habis, maka kambing baru akan menyantap rumputan jenis yang lain.

7. Gamal (Gliricidia sepium)
Pohon berukuran kecil sampai sedang tinggi sekitar 10-12 m. Daun bersirip ganjil, panjang sekitar 30 cm. Helai daun 5-20 cm, berbentuk oval sampai bulat, panjang 2-7 cm dan lebar 1-3 cm. Bunga membentuk kelompok tangkai pada batang muda dan tua. Bunga keluar tunggal dengan 20-40 per tangkai, merah muda sampai ungu muda, bercampur putih. Buah polong hijau dan kuning-coklat muda ketika tua, panjang 0-18 cm, lebar 2 cm, biji 4-10, kuning-coklat muda sampai coklat dan hampir bulat.
Gliricidia (gamal) tahan terhadap pemangkasan berulang. Untuk pakan, pemangkasan pertama pada 8-12 bulan setelah tanam pada ketinggian sekitar 0.5-1 m diatas tanah, dan kemudian dapat dilakukan setiap 2-4 bulan tergantung pada curah hujan dan suhu.
Gliricidia sebagian besar akan menggugurkan daun pada musim kering. Untuk menghindari kehilangan daun pada waktu ini, pangkaslah pada akhir musim hujan dan pangkas lagi pada 8 minggu setelah musim kering. Pemangkasan terakhir mungkin dapat dilakukan setelah 16 minggu musim kering. Gliricidia umumnya digunakan sebagai hijauan potong angkut dan sangat jarang
Memiliki nilai nutrisi tinggi. Kadar ptotein kasar 18-30% dan kecernaan in vitro 60-65%. Dengan perkecualian terhadap palatabilitas, variasi kualitas nutrisi antar provenan belum dievaluasi.
Biasanya digunakan sebagai hijauan segar dan sumber protein tetapi mungkin saja sebagai pakan tunggal di musim kering. Tingkat pemberian seringkali 1-3% dari berat badan untuk sapi dan kambing. Peningkatan kenaikan berat badan sekitar 25% telah dilaporkan pada sapi dara yang digembalakan pada campuran rumput-gamal.

8. Panicum maximum var. triclogum
Spesies tanaman yang bervariasi, berumpun dengan lepas atau padat, berizoma pendek, tegak atau merunduk, berakar pada buku-buku bawah. Karena variasi agronomis, spesies ini diperlakukan menjadi 2 tipe:
Tipe Tinggi/sedang (TS) - berumpun, mencapai tinggi >1,5 m dengan bunga;
Tipe Pendek (P) - berumpun, mencapai tinggi <1,5 m dengan bunga. Tidak tahan terhadap pemotongan rendah berkali-kali. Untuk pemeliharaan jangka panjang, varitas Tinggi/sedang seharusnya tidak dipotong atau digembalai dibawah 30 cm, dan seharusnya dipotong atau digembalai dengan interval (selang waktu) 4 minggu untuk memperoleh hasil dengan imbangan kualitas dan kuantitas terbaik. Varitas pendek dapat digembalai lebih rendah, tetapi tetap lebih baik dibawah pemotongan dan penggembalaan yang dikelola dengan baik.
Nilai nutrisi; PK dari 6-25% tergantung pada umur dan suplai N.
Palatabilitas/kesukaan P. maximum disukai oleh ternak gembala, terutama dengan tingginya konsumsi terhadap daun muda.
Potensi produksi; (10-) 20-30 (-60) ton/ha BK, tergantung pada varitas dan kondisi pertumbuhan (terutama jika diberikan pupuk N tinggi).
Produksi ternak
Dapat mencapai sampai 0.8 kg/ekor/hari kenaikan berat badan dan sampai 1,200 kg/ha/tahun kenaikan berat badan (umumnya 300-500 kg/ha/tahun kenaikan berat badan) tergantung terutama pada tingkat penggembalaan dan tingkat pemberian pupuk N.
Keunggulan;
• Daun banyak.
• Pakan kualitas tinggi.
• Potensi produksi tinggi.
• Disukai ternak.
• Cocok untuk gembala dan potong.
• Tahan kekeringan.
• Tumbuh diawal musim pada beberapa varitas.
Keterbatasan;
• Memerlukan tanah subur.
• Tidak tahan penggenangan air.
• Tidak tahan penggembalaan berat.
• Menjadi berbatang bila tidak dipotong atau tidak sering digembalai.


“Limbah Pertanian; Pakan Ternak Kambing”

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk mensiasati kendala yang dialami oleh peternak di musim kemarau. Musim kemarau yang panjang tentunya menjadi kendala bagi peternak dalam memperoleh hijauan berupa rumput ataupun dedaunan untuk pakan ternak.
Produksi tahu, tempe, tapioka, kecambah, dan huller penggilingan padi pada umumnya banyak diusahakan sebagai industri kecil dan industri rumah tangga seperti pembuatan minyak kelapa di pedesaan. Limbah atau sisa ampasnya masih banyak yang dipasarkan mentahan belum diolah menjadi komoditi produk yang memiliki nilai tambah produksi di pedesaan. Kadang ampas atau limbah produksi pada musim basah tidak laku dijual dan membusuk menjadi kotoran yang menimbulkan bau yang tidak sedap. Begitu juga sisa-sisa limbah sayuran pasar dan pertanian perkebunan setiap hari hanya menimbulkan kotoran, belum termanfaatkan dan jumlahnya cukup banyak.

1. Hati pohon pisang/galih pisang, buah pisang afkir dan kulit pisang

Lampung sebagai sentra pertanian pisang menjadikannya limbah dari hasil produksi ataupun limbah olahannya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak kambing. Dan ini di terapkan di beberapa mitra sebagai akan tambahan ataupun sebagai sumber pakan serat kasar.
Hati pisang/galih pohon pisang; hasil sisa dari produksi pisang yang terdapat di tengah-tengah pohon pisang. Hati Pisang/galih pisang dapat diberikan pada kambing segala umur dengan syarat hati pisang itu sudah dicacah terlebih dahulu dan dilayukan ± 3 jam, untuk mengurangi kadar airnya dan getahnya.
Batang pisang yang tidak dipakai biasanya langsung dibuang atau untuk menahan laju air tapi selain itu batang pisang juga bisa digunakan untuk pakan ternak karena kandungan yang terkandung di dalam batang pisang dapat meningkatkan gizi pada ternak tersebut sehingga akan meningkatkan kualitas dari ternak tersebut.
Kulit pisang mentah; hasil sisa dari produksi keripik pisang atau olahan pisang lainnya.
Buah pisang afkir; hasil sisa dari buah pisang segar yang akan di jual ke pasaran dan tidak masuk seleksi, biasanya meruakan buah pisang di bagian ujung, rusak karena transportasi, rusak karena saat pemanenean taupun buah pisang yang terpanen namun masih dalam kondisi muda.

2. Air kedelai
Air kedelai; hasil sisa dari pembuatan tempe yakni air rebusan kedelai pertama yang berwarna putih kuningan dan sangat kental dengan asoma asam dan wangi yang khas. Pemberian dapat berupa sebagai air minum secara adlibitum maupun dikombinasikan dengan suplemen lain/mineral dengan bekatul/dedak dengan konsentrat, ampas tahu atau bahan pakan lain dalam bentuk comboran.



3. Ampas tahu
Amapas tahu; hasil sisa dari kedelai yang dibuat tahu. Penyimpanan untuk supaya tahan lama dapat dilakukan dengan beberapa cara, pertama; penyimpanan dapat dilakukan dengan pengeringan terlebih dahulu baik di jemur atau dioven, kedua; disimpan dalam karung dengan disiram air setia 2 hari sekali, ketiga; disimpan dalam tong plastik dengan disiram air.
Ampas tahu merupakan bahan makanan penguat tambahan yang pemberiannya pada ternak sebanyak 3 Kg/hari/ekor. Penggunaan ampas tahu ini bertujuan sebagi sumber energi dan meningkatkan nafsu makan karena aromanya sangat disukai oleh kambing. Pemberian ampas tahu dapat diberikan langsung dicampur ke dalam hijauan cacahan atau di kombinasi dengan bahan lain dari limbah yang ada di lingkungan masyarakat.

4. Onggok (ampas tapioka)
Onggok yang berasal dari ubi kayu merupakan hasil ikutan padat dari pengolahan tepung tapioka. Sebagai ampas pati singkong (ubi kayu) yang mengandung banyak karbohidrat, onggok dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, nilai gizi yang terkandung pada onggok adalah protein 3,6%; lemak 2,3%;air 20,31%, serat kasar 35% dan abu 4,4%. Pemberian onggok singkong biasanya akan berpengaruh pada peningkatan jumlah susu yang dihasilkan ternak. Onggok singkong ini diberikan tunggal sebanyak 2 ons/ekor/hari.
Asal Product :
Lampung
Harga / Price:
Onggok Kering Asalan : Rp 850,-/kg
Onggok Kering Super : Rp 1400,-/kg
Onggok Basah Asalan : Rp 17.500,- /karung (+/- 50kg)
Onggok Basah Super : Rp 19.500,- /karung (+/- 50kg)

5. Kulit singkong (ubi kayu)
Kulit singkong; merupakan limbah dari olahan singkong. Penyimpanan dapat berupa dikeringkan di sinar matahari lalu disimpan dalam bentuk kering. Pemberian kulit singkong kering dapat dilakukan secara langsung. Untuk kulit singkong basah atau segar dapat dilakukan dengan dengan direndam selama 3 jam kemudian dibilas sebanyak 3 kali.




6. Kulit jagung
Kupasan kulit jagung ternyata bermanfaat untuk diberikan kepada ternak sebagai pakan hijauan alternatif di musim kemarau. Kupasan Kulit Jagung ini dapat diperoleh dengan mudah di lokasi pasar induk yang ada.
Harganya relatif murah, untuk membayar Kuli Angkut dan Pengumpul Kupasan serta Transportasi adalah dihitung Rp. 5.000,- per karung dengan berat karung kurang lebih sekitar 30 Kg. Jadi per Kg nya dapat dihitung sekitar Rp. 150,-. Bila dalam 1 hari ternak mengkonsumsi 5 Kg Hijauan maka Biaya Pakan per harinya cukup Rp. 750,- per ekor! Kita pun dapat memberikan nafkah tambahan bagi para pekerja di pasar.
Disarankan untuk menjemur terlebih dahulu Limbah Organik Pasar yang baru tiba. Kemudian bilamana memungkinkan untuk mencacahnya sehingga lebih mudah untuk dikonsumsi oleh ternak.

7. Kulit kakao (cangkang/pod)
Kulit buah kako ini berkwalitas cukup baik dengan kandungan gizi kulit buah kakao terutama kandungan protein kasar yaitu 8,5 %. Pemberian secara langsung kulit kakao dengan dipotong-potong (dicacah) dengan panjang 5 cm dan lebar 1 cm. Pemberian kulit buah kako kepada kambing sebesar 70% dan 30% dapat dipenuhi dari hijauan lain atau konsentrat atau pakan lainnya. Kulit buah kako yang merupakan hasil sisa buah segar/hijau/merah juga dapat diberikan sebagai pakan tunggal atau pakan tambahan yaitu pada siang hari atau pada malam hari yang merupakan bahan pakan sumber energi.
Sebagai contoh penambahan pakan limbah kakao sebanyak 100 – 200 gram/ekor/hari mampu meningkatkan pertumbuhan kambing muda sebesar 119 gram/ekor/hari dibandingkan jika hanya diberikan hijauan makanan ternak (HMT), pertumbuhan hanya mencapai 64 gram/ekor/hari.

8. Kulit daun bawang merah
Libah sayuran ini dapat diberikan sebagai campuran bahan pakan yang lain dalam jumlah 30% dari total hijauan yang dikonsumsi ternak







9. Bekatul
Bekatul adalah hasil samping proses penggilingan padi.
Sebenarnya, dedak mengandung paling tidak 65 persen dari zat gizi mikro penting yang terdapat pada beras dan komponen tanaman bermanfaat yang disebut fitokimia, berbagai vitamin (thiamin, niacin, vitamin B-6), mineral (besi, fosfor, magnesium, potassium), asam amino, asam lemak esensial, dan antioksidan (Hariyadi, 2003).
Pada musim panen keberadaan Dedak Padi memang cukup banyak dan seringkali disimpan untuk pemakaian jangka panjang. Akan tetapi dedak padi tidak dapat disimpan lama karena :
• Mudah rusak oleh serangga dan bakteri.
• Mudah berjamur.
• Mudah berbau tengik
• Popularitas dedak padi 

10. Tetes tebu (molase)
Molase adalah sejenis sirup yang merupakan sisa dari proses pengkristalan gula pasir. Molase tidak dapat dikristalkan karena mengandung glukosa dan fruktosa yang sulit untuk dikristalkan.
Sumber molase itu sendiri didapatkan dari 2 macam. Pertama dari tebu dan kedua dari bit. Dari kedua sumber tersebut akan didapatkan molase yang berbeda sifat dan pengolahannya.
Molase ternyata memiliki kandungan zat yang berguna. Zat-zat tersebut antara lain kalsium, magnesium, potasium, dan besi. Molase memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi, karena terdiri dari glukosa dan fruktosa. Berbagai vitamin terkandung pula di dalamnya.

11. Kulit kacang-kacangan
Kulit kacang-kacangan yang dapat dijadikan pakan ternak kambing meliputi; kulit kacang tanah, kulit kacang merah dan kulit kacang panjang.